Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Lurik Yogya Klasik
Garis lungsi selebar berbeda-beda dalam warna krem, cokelat tua, dan bata.
Deretan mata panah bertepi berbayang dalam warna tanah merah dan krem gading.
Tersedia 38 m
Ciri khas tenun ikat ada pada tepi motif yang sedikit kabur — hasil dari benang yang diikat dan dicelup sebelum ditenun, sehingga garisnya tidak pernah setajam kain cetak. Motif belah ketupat memanjang disusun berjajar di antara pita horizontal. Katun 210 gsm, cukup tebal untuk menahan bentuk namun masih bisa dijahit dengan mesin rumahan.
| Daerah asal | Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur |
|---|---|
| Teknik | Tenun |
| Lebar | 105 cm |
| Gramasi | 210 gsm |
| Kelipatan potong | 0,5 m |
| Kode produk | KK-02 |
Sumba Timur dikenal dengan tenun ikat berwarna tanah yang diperoleh dari pewarna akar dan kulit kayu. Proses mengikat benang sebelum pencelupan menuntut perhitungan sejak awal, karena motif sudah harus ditentukan ketika benang masih terurai di rangka.
Data contoh. Katalog ini dibangun sebagai demonstrasi. Harga, stok, dan estimasi waktu di situs adalah angka ilustrasi, bukan daftar harga yang berlaku. Tidak ada pembayaran yang diproses.
Serupa
Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Garis lungsi selebar berbeda-beda dalam warna krem, cokelat tua, dan bata.
Toba, Sumatera Utara
Pita merah dan krem berselang dengan panel segitiga pada latar hitam.
Sengkang, Sulawesi Selatan
Kotak-kotak sutra merah delima dipotong garis emas dan hijau tua.